Minggu, 17 Juni 2012
DAMPAK EKOLOGI DAN IPTEK TERHADAP PERKEMBANGAN MANUSIA
0 komentar Diposting oleh Galluh di 3:59:00 AM
Ekologi berasal dari bahasa
Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang
artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang
berarti ilmu. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi
antara organisme dengan lingkungannya. Ekologipun tidak pernah lepas dari
pembahasan ekosistem dan penyusunnya yaitu faktor biotik dan abiotik. Ekologi
berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya.
Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam
hubungan timbal balik tersebut. Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka
ekologi mempunyai beberapa cabang ilmu yang lebih fokus, diantaranya yaitu:
- Ekologi Tingkah Laku
- Ekologi Komunitas dan Sinekologi
- Ekologi Fisiologi
- Ekologi Ekosistem
- Ekologi Evolusi
- Ekologi Global
- Ekologi Manusia
- Ekologi Populasi
- Ekologi Akuatik
- Ekologi Api
- Ekologi Fungsional
- Ekologi Polinasi
- Ekologi Hutan
- Ekologi Laut
DAMPAK IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa dikenal dengan nama IPTEK merupakan
faktor yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Dengan adanya iptek
kebutuhan jasmani dan rohani manusia dapat tercukupi dengan baik. Maka dari itu
iptek tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Adapun dampak positif dan
dampak negatif dari IPTEK, diantaranya adalah :
1. Dampak Positif
Terdapat
beberapa damnpak positif dari iptek , yaitu :
·
Memberikan Kemudahan , seperti yang
dapat kita rasakan kini perkembangan dan kemajuan daripada iptek memberikan
berbagai kemudahan. Penemuan baru di bidang iptek dapat membantu mempermudah
segala aktivitas manusia, terutama dibidang telekomunikasi dan perindustrian.
·
Menambah Pengetahuan dan Wawasan, kini
komputer merupakan perangkat yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.
Padahal sebelumnya perangkat ini hanya dapat dimiliki dan dioperasikan oleh
orang – orang tertentu saja. Akan tetapi, perkembangan iptek telah mampu
membalikkan keadaan. Kini perangkat canggih tersebut dapat dimiliki semua orang
dan dapat pula dioperasikan oleh orang dewasa maupun anak dibawah umur. Dengan
demikian, perkembangan iptek telah memberikan dampak positif untuk menambah
pengetahuan dan wawasan masyarakat.
2. Dampak Negatif
Selain
dampak positif, perkembangan iptek juga tidak lepas dari dampak negatif, yaitu
:
·
Mempengaruhi Pola Pikir, masyarakat
indonesia termasuk kategori yang agresif dan memiliki penasaran yang sangat
tinggi. Masyarakat Indonesia pun sangat senang mengetahui hal baru. Dengan
adanya berbagai perubahan dan kemudahan media elektronik, seakan masyarakat
dimanjakan untuk mengenal hal baru. Dengan perkembangan iptek yang sedemikian
rupa ternyata telah mempengaruhi pola pikir masyarakat. Masyarakat berpikirkini
semakin mudah mendapatkan berbagai hal ajaib.
·
Menghilangkan
Budaya Tradisional, perkembangan iptek memang telah mendukung kemajuan berbagai
sarana pembangunan. Namun hal itu secara langsung dapat menggerus budaya
tradisional. Contohnya, kegiatan perdagangan yang dahulu terjadi di pasar
tradisional kini berpindah ke pasar modern.
Seperti
itulah dampak daripada IPTEK terhadap perkembangan manusia, tidak hanya dampak
positif saja yang diterima dampak negatif pun ternyata juga diterima oleh
masyarakat kita.
Sumber :
Label: soft skill 2
Kamis, 05 April 2012
Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. Dibawah ini akan disebutkan beberapa contoh yang berkaitan dengan ilmu fisika dasar, antara lain :
1. Besaran dan Satuan
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
- dapat diukur atau dihitung
- dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
- mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
- Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
- Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Sedangkan Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam
- Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
- Besaran sekalar adalah besaran yang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.
2. Hukum Newton
HUKUM NEWTON I
HUKUM NEWTON I disebut juga hukum kelembaman (Inersia).
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
DEFINISI HUKUM NEWTON I :
Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan
gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan
gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
S F = 0 a = 0 karena v=0 (diam), atau v= konstan (GLB)
HUKUM NEWTON II
a = F/m
S F = m a
S F = jumlah gaya-gaya pada benda
m = massa benda
a = percepatan benda
m = massa benda
a = percepatan benda
Rumus ini sangat penting karena pada hampir semna persoalan gerak {mendatar/translasi (GLBB) dan melingkar (GMB/GMBB)} yang berhubungan dengan percepatan den massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.
HUKUM NEWTON III
DEFINISI HUKUM NEWTON III:
DEFINISI HUKUM NEWTON III:
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. Perlu diperhatikan bahwa kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.
F aksi = - F reaksi
|
Sumber :
Label: soft skill 2
Senin, 12 Maret 2012
1. Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Mitos, Legenda dan Cerita Rakyat
Proses mendapatkan pengetahuan yang benar
FENOMENA PELANGI
Setelah turun hujan tak jarang pelangi selalu muncul di langit yang membuat langit lebih indah setelah hujan turun dan munculnya pelangi. Pelangi yang muncul selalu membentuk setengah lingkaran itu tak jarang membuat masyarakat heran dan membuat cerita yang terkadang tidak masuk akal.
Disini saya akan sedikit menceritakan beberapa mitos tentang munculnya pelangi menurut masyarakat luas.
Mitos 1 :
Apabila muncul pelangi dilangit maka ada bidadari yang turun ke bumi untuk mandi, bidadari itu melungsur turun ke kaki pelangi dan mandi di situ. Mitos ini yang paling terkenal di masyarakat luas.
Mitos 2 :
Kata para orang tua apabila ada pelangi maka kita tidak boleh menunjuk pelangi tersebut dengan jari kita, jika kita menunjuknya maka jari kita akan melengkung seperti pelangi itu. Sampai sekarang mitos ini tidak di ketahui hubungan antara jari dan pelangi yang ditunjuk.
Mitos 3 :
Mitos ini yang paling disenangi oleh semua orang, yaitu bahwa disaat pelangi muncul dan kita menemukan ujung atau akhir dari pelangi itu maka kita akan menemukan harta karun yang berlimpah di ujung pelangi itu.
Terlepas dari mitos – mitos diatas tentang pelangi, selanjutnya akan saya ceritakan kebenaran dari terbentuknya pelangi.
Pelangi merupakan fenomena optik dan meteorologi yang menghasilkan cahaya dilangit apabila saat hujan turun matahari masih bersinar. Pelangi dihasilkan apabila cahaya terbias melalui titik – titik air di udara, pelangi berbentuk setengah lingkaran karena tetesan air di udara berbentuk bulat. Fenomena pelangi dapat dilihat dengan cara membelakangi matahari dan menyembur air pada hari yang cerah. Fenomena pelangi dapat pula terjadi di sekitar air terjun, percikan – percikan yang ada pada air terjun itu menjadi media untuk menguraikan warna dari cahaya matahari.
Adapun jenis – jenis pelangi yang dapat kita lihat di bumi ini yaitu Supernumerary Rainbows (Pelangi berlipat ganda), Classic Rainbows, Circular Rainbows,dan Sundogs.
Sumber :
Label: soft skill 2
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)
